Jrmando.com – Tiga terdakwa bandar narkoba internasional, Hardian (28) dan Raymond Winata alias Alay (4), warga Kabupaten Deli Serdang dan Erdy alias Acuan (39) warga Kecamatan Medan Petisah.
Ketiganya dijerat Pasal 114 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika juncto Pasal 112 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.
Jaksa menyebut ketiga pria itu ditangkap pada 19 Mei 2015 lalu di Jalan Iskandar Muda Medan. Saat itu polisi menggerebek Apartemen Beatrix lantai tiga.
Dari tangan Erdy alias Acuan polisi menemukan satu bungkus plastik klip berisi sabu-sabu seberat 30,35 gram, tiga bungkus plastik klip berisi sabu-sabu seberat 2,13 gram, dan 18 butir pil ekstasi warna biru seberat 4,61 gram.
Sedangkan dari tangan Raymond alias Alay yang ditangkap bersama Hardian disita pil ekstasi warna biru sebanyak seribu butir dengan berat 254,81 gram. Sebanyak 967 butir sudah di musnahkan dan sisanya masih diperiksan di labkrim.
Uniknya, meski terancam hukuman mati, para terdakwa ini tidak didampingi kuasa hukum. Hakim anggota Nazar Efriandi sempat menanyakan keberadaan kuasan hukum dan ketiga terdakwa hanya dengan gelengan kepala.
Setelah berembuk, ketiga terdakwa itu akhirnya sepakat untuk didampingi penasehat hukum yang ditunjuk hakim dan dibiayai negara, yakni Muhammad Amri. Sidangpun berlanjut dengan mendengarkan keterangan saksi dari kepolisian. Hakim Ketua Irdalinda kemudian menutup sidang dan akan dilanjutkan pekan depan.
Persidangan ketiga terdakwa ini mendapat pengawalan ketat unit Sabhara Mapolresta Medan. Sebab beredah isu bahwa rekan-rekan para terdakwa akan mendatangi PN Medan untuk membebaskan ketiganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *