Jrmando.com – Duka masih ada di wajah keluarga Fazar Sulaeman, anak balita yang tewas setelah dilempar ibu kandungnya, Fitriyanti Safari (24), ke aliran Sungai Singaparaya Bandung. Dadang Sulaiman (39) sempat berjumpa anak bungsunya tersebut sebelum ditemukan tewas mengambang oleh warga. Kini pelaku sudah ditangkap polisi.

hampir satu bulan ini rumah tangga Dadang dan Fitri dirundung masalah. Kini Dadang tinggal di rumah orang tuanya di Kampung Pasir Panglai 01/13, Desa Mekarjaya, dan Fitriani kembali ke rumah orang tuanya di Kampung Babakan Sindang Panon 04/05, Desa Sindang Panon.

Dadang tidak mengetahui motif istrinya yang tega membuang Fajar ke aliran Sungai Singaparaya, Kampung Ciceret, Desa Ciapus, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. “Tidak tahu kenapa. Pokoknya saya dan istri hampir satu bulan ini pisah ranjang,” ujar Dadang di kediamannya, Jumat (7/4/2017).

Dadang menjelaskan, pada Selasa sore (4/4) lalu, istrinya datang ke rumahnya lantaran mengaku diusir oleh keluarga. Kehadiran Fitriani bersama Fazar saat itu disambut baik keluarga Dadang.

Keesokan harinya, Rabu pagi (5/4), Fitri pamit untuk pulang ke rumah orang tuanya. Dia menggendong Fazar yang berusia 16 bulan. Namun sore harinya, sekitar pukul 17.00 WIB, Fitri balik lagi ke rumah mertuanya, Asep Hidayat (65) dan Wari (62).

Asep mengatakan, Fitri mengaku menidurkan Fazar di kamar sang nenek. Padahal, sambung Asep, keluarganya tidak mengetahui keberadaan Fazar setelah pagi hari itu pergi bersama Fitri.

Keluarga langsung mencari Fazar ke Kampung Babakan hingga Kampung Pasir Panglai. Hasilnya nihil. Jelang azan magrib berkumandang, Rabu (5/4), Asep mendapatkan berita duka dari warga soal Fazar telah ditemukan meninggal di aliran Sungai Singaparaya.

“Ternyata Fazar dibunuh oleh ibunya. Kami tidak menyangka Fazar meninggal secara tidak wajar, padahal cucu saya sedang lucu-lucunya,” tutur Asep.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *