Jrmando.com – Kejadian yang berawal ketika korban yakni salah satu anggota TNI AD Serda Musaini (55) ditegur oleh pelaku Tamsir (21) yang melihat korban bersama rekannya Kopka Chandra karena pakai motor standing-standing di depan Pos Bhabinsa.

Ketika pelaku ditegur oleh korban justru pelaku merasa tidak terima dan melakukan perlawanan terhadap korban. Kejadian yang berlangsung setelah salat Jumat sekitar pukul 14.15 WIB di Jl Sudirman, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Inhil.

Diduga saat itu Serda Musaini sempat melakukan penamparan karena ulah tersangka yang melawan saat ditegur agar jangan kebut-kebutan.

Karena pelaku tidak terima dan tidak senang karena merasa malu ditampar di hadapan orang banyak. Selanjutnya, sekitar pukul 14.00 WIB, pelaku menghubungi korban via telepon seluler mengajak bertemu. Pelaku pun menunggu Serda Musaini di depan Pos Bhabinsa.

“Pada saat korban sampai di TKP, pelaku langsung menikam korban dengan senjata tajam jenis keris. Korban mengalami luka tusukan dua kali di bagian perut, satu kali di dada, dan luka sayatan di lengan kanan,” kata Doli.

Akibat luka tusukan tersebut, kata Doli, korban tewas saat dirujuk ke RSUD Raja Musa, Sungai Guntung, sekitar pukul 14.15 WIB.

“Sedangkan pelaku saat itu berhasil diamankan Kopka Chandra bersama warga. Pelaku diserahkan ke Polsek Kateman,” kata Doli.

Sore harinya, lanjut Doli, jajaran Polres dan Komandan Kodim Inhil Letkol Inf J Hadianto menuju ke lokasi kejadian. Kedatangan rombongan Polres dan Kodim Inhil untuk menjenguk korban di RSUD.

“Setelah itu, di Hotel Puri Sungai Guntung, kita melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan tokoh adat terkait kasus tersebut,” kata Doli.

“Intinya, para tokoh masyarakat dalam kasus ini siap mendukung kinerja Koramil dan polsek setempat. Pukul 21.00 WIB, rombongan serta jenazah Serda Musaini dibawa ke Tembilahan. Situasi aman dan kondusif,” tutup Doli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *