Jrmando.com – Pelaksanaan bedah rumah yang sedang dalam proses tersebut dilakukan oleh pihak Pemprov DKI Jakarta. “Saya rasa bedah rumah juga harus memandang kenyamanan pada akhirnya. Nah ini menjadi masukan baik, kalau masyarakat tidak nyaman dengan hasil kerjanya, tentu menjadi catatan besar buat kami,” kata Bestari, Rabu (5/7/2017).

Bestari mengatakan bila ada warga yang mengeluhkan hal tersebut bisa mengadu pada dirinya maupun Komisi D DPRD. Sehingga pihaknya bisa menindaklanjuti dengan cara memanggil pihak terkait.

“Itu kan kalau penyerapan APBD, maka kita ingin tahu mana penting masyarakat laporkan ke Komisi D atau melalui saya langsung. Sehingga kita bisa memanggil dinas terkait untuk memberi penjelasan kenapa vendor yang ditunjuk kerjanya seperti itu,” jelas Bestari.

“Program ini kan program lama, mungkin masih gelondongan atau apa. Nah kita lihat kita bedah kembali, saya akan cek, tentu harus dipanggil, jatah satu rumah berapa. Kalau ini temuan, kita akan pansuskan bilamana penting,” sambungnya.

Menurut Bestari perusahaan apapun yang menunjang proyek ini wajib menyelesaikan hingga tuntas. Maka, proyek bedah rumah ini harus dilakukan pengawasan agar sesuai dengan alokasi dana maupun proyek sebenarnya.

“Kan suatu kewajiban juga dari suatu perusahaan, contoh Rp 50 juta. Maka pekerja tersebut harus sebesar itu, nantinya kita akan bisa minta pada mereka, sampai sejauh mana pengawasan, sampai mana mereka tandatangan, sudah sesuai dengan alokasi sebenarnya belum,” ujarnya.

Bestari juga mengatakan bila warga merasa kurang nyaman atas hasil yang tidak sesuai, warga bisa melaporkan kepada Komisi D DPRD DKI. Warga bisa menghubungi nomor ponsel Bestari di 081513313712 maupun melapor secara langsung datang ke DPRD.

“Kalau masyarakat melapor kita akan panggil, kenapa masyarakat diperlakukan seperti ini? Silakan SMS, nanti saya telepon balik, lalu akan kita share ke Komisi D dan kita lakukan pemanggilan,” tutupnya.

Program bedah rumah itu menuai keluhan warga. Soalnya, sebagian dari rumah yang dibedah mengalami hal yang tidak diharapkan. Misalnya, membayar instalasi listrik Rp 150 ribu hingga berkurangn jumlah kamar dalam rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *