Jrmando.com – Polisi menguak kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan menetapkan dua orang sebagai tersangka. Keduanya terungkap sejak tiga tahun kebelakang melakukan tindak penyalahgunaan BBM tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan dua tersangka memanipulasi BBM bersubsidi dan memasarkannya menjadi BBM non bersubsidi. Dua tersangka tersebut diketahui bernama Edi Prayotno (39), warga Nganjuk yang merupakan supir truk Pertamina serta  Indra Hermawan (33) warga Surabaya yang merupakan pengawas SPBU.

“Jadi keduanya ini memalsukan penjualan BBM Subsidi dijual dengan harga non subsidi. BBM premium dimasukkan dalam tangki tanam yang seharusnya untuk pertamax serta bio solar dimasukkan ke dexlite,” ungkap Barung di SPBU Tegalsari, Selasa (27/2/2018).

Motifnya, BBM yang harusnya dikirim ke SPBU di luar kota Surabaya selalu dialihkan ke SPBU Tegalsari.¬† “Proses pendistribusian sehari ada 1,8 ton yang seharusnya masuk ke daerah lain dikencingkan disini. Caranya memasukkan BBM subsidi ke tangki BBM non subsidi yang sebelumnya sudah ada isinya, jadi dioplos,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan pelaku, tindakan tersebut dilakukan keduanya selama tiga tahun terakhir.

“Mengakunya sudah tiga tahun terakhir dengan keuntungan masing masing tersangka antara Rp 7 juta hingga Rp 18 juta/bulan,” imbuhnya.

Polisi juga menyita beberapa barang bukti yakni nozzle atau selang untuk memindahkan BBM dari truk ke tangki, rekaman tindakan keduanya serta bukti transaksi pembelian dan pengiriman.

“Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain termasuk dari pemilik SPBU maupun dari corporate Pertamina. Untuk saat ini yang kami amankan perorangan dan tidak menutup kemungkinan dari sisi perusahaannya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *