Jrmando.com – Dua orang pelaku yang terlibat dalam kasus pengeroyokkan yang menelan korban di Sukabumi saat ini sudah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Dalam peristiwa pengeroyokkan yang terjadi tersebut ada satu korban yang tewas bernama Rayhan Jamal.

Korban tewas merupakan salah satu siswa kelas III SMK Lodaya, Sukabumi. Semua pelaku pengeroyokkan belum tertangkap semua, masih ada tujuh tersangka lainnya yang berstatus buron. Aksi saling serang antarpelajar tersebut terekam CCTV salah satu toko di sekitar tempat kejadian, Jalan Raya Cikukulu, Desa Cibolang Kaler, Sukabum, Jumat (17/11).

“Sebanyak 20 pelajar menyerang, membacok dan menyayat korban dengan senjata tajam,” kata Wakapolres Sukabumi Kota Kompol Fajar Widhyadarma di Mapolres Sukabumi Kota, Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (21/11/2017).

Sebelumnya korban sempat dilarikan ke RSUD R Syamsudin Sukabumi untuk dilakukan pertolongan. Namu, nyawa korban tidk bisa diselamatkan, Rayhan meninggal keesokan harinya.

“Korban mengalami luka sobek di bagian paha kanan dan kiri, lengan kiri dan punggung. Korban meninggal dunia karena luka senjata tajam mengenai saluran arteri di paha korban,” ujar Fajar.

Dilihat dari hasil pemerikasaan, terhadap beberapa saksi, dua pelaku oengeroyokkan berhasil tertangkap. Kapolsek Cisaat Kompol Budi Setiana menemukan adanya percakapan salah seorang pelaku dengan keluarga korban terkait aksi brutal tersebut melalui media sosial (medsos).

“Salah seorang pelaku tercatat masih teman dekat korban. Dia tidak ikut melakukan pembacokan namun kedapatan membawa senjata tajam. Dia kita amankan yang akhirnya pelaku lain sudah kita identifikasi dan sedang pengejaran,” kata Budi. Dua pelaku yang ditangkap polisi tercatat sebagai pelajar SMK Tekhnika, begitu juga enam pelaku lainnya yang berstatus daftar pencarian orang (DPO). Hanya satu pelaku yang bukan pelajar sekolah tersebut.

“DPO 7 orang, 6 siswa SMK Tekhnika dan 1 lagi bukan identitas mereka sudah kita ketahui. Kita himbau keluarga atau pelaku segera menyerahkan diri,” ujar Budi. Satu dari dua pelaku mengaku berteman baik dengan korban. Pada saat aksi pengeroyokan itu berlangsung, dia berusaha mencegah teman-temannya agar tidak mengeroyok Rayhan.

“Rayhan saya panggil Kaka. Sebetulnya hari itu kita sedang menunggu pelajar dari SMK Pajajaran yang lebih dulu menyerang dan menganiaya teman kami. Tapi saat menunggu itulah Kaka lewat, saya sudah bilang ke dia jangan melintas ke lokasi karena akan ada tawuran,” tutur pelaku inisial I ini. Teriakannya mencegah penyerangan brutal itu tak didengar kawan-kawannya. Pelaku membabi buta mengeroyok Rayhan.

“Rayhan itu teman saya sejak SMP. Bahkan di luar sekolah kita suka nongkrong bareng, ngopi bareng,” katanya menambahkan. Ia sempat menghubungi kerabat korban dan menceritakan kejadian tersebut. Pesan melalui aplikasi pesan singkat itu menjadi dasar polisi untuk menangkap I. “Saya enggak ikut bacok, tapi kalau memang ini yang harus saya terima saya akan hadapi,” ucap I.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *