Jrmando.com – Jalan yang menjadi penghubung antar dua Kecamatan yang berada di Jawa barat yakni Kecamatan Cijati dengan Kecamatan Kadupandak amblas. Jalur yang amblas tersebut tepatnya berada di bantaran Sungai Cibuni, Kampung Ciawi Tali, Desa/Kecamatan Kadupandak.

Para warga yang biasanya menggunakan jalur tersebut untuk melakukan perjalanan dengan terpaksa harus memutar untuk mencari jalan lain. Dari laporan terkait keadaan jalan yang ambles tersebut, tanah yang mengalami ambles terjadi pada Senin (27/11/2018) kemarin.

Para warga menduga terjadinya tanah yang ambles tersebut lantaran disebabkan oleh arus sungai yang begitu deras dan terjadilah pengikisan pada bantaran sungai sehingga membuat ambles keseluruhan badan jalan.

“Hujan dengan intensitas tinggi secara terus menerus membuat Sungai Cibuni banjir dan mengakibatkan jalan longsor hingga memutus akses menuju jembatan tidak bisa dilintasi,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (28/11/2017).

Dampak dari terjadinya jalan yang amblas tersebut para oengguna jalan yang berasal dari Kecamatan Kadupandak maupun Kecamatan Cijati tidak bisa melewati jalur tersebut. Jalan yang ambles tersebut tidak bisa dilalui oleh para pejalan kaki apalagi kendaraan bermotor.

“Pihak kepolisian memberikan pelayanan penjagaan dan mengalihkan arus lalu lintas, mengkoordinasikan dengan Dinas PU Bina Marga untuk membantu membangun jembatan darurat,” lanjut Yusri.

Kapolsek Kadupandak AKP Tio juga menuturkan untuk jalan yang menjadi penghubung tersebut memang saat ini sedang dalam proses perbaikan. Namun melihat keadaan yang lumayan parah tersebut perlu dilalukan pengerukan untuk selanjutnya dipasang bronjong dan dibeton serta diperbaiki ke tahap selanjutnya.

“Kami sudah koordinasi dengan dinas PU Binamarga yang akan mengerjakan, harus perbaikan total. Memang akibatnya akses jalan terputus,” ungkap Tio. Tio menambahkan, warga saat ini diarahkan untuk memutar jalan melalui Tanggeung meskipun jarak tempuh dan lama perjalanan menjadi sangat jauh hingga 1,5 jam.

“Kan memutar, otomatis jarak dan waktu tempuh jadi sangat jauh. Kalau sebelumnya kan tinggal menyebrang, sekarang harus memutar. Tapi sudah ada petugas yang mengarahkan, soalnya kan ini jalan utama antar kecamatan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *