Jrmando.com – Keputusan PT Pertamina (Persero) untuk menaikkan harga bahan bakar minyak jenis Pertalite senilai Rp 200 per liter akan menimbulkan pengaruh pada keinaikan inflasi.

Bahkan akan membawa dampak masyarakat berpotensi untuk beralih kembali menggunakan Premium. Pihak pemerintah menargetkan laju inflasi sebanyak 3,5 persen pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

Setelah mengalami kenaikan, Pertalite sekarang ini dijual pada kisaran Rp 7.800 sampai Rp 8.150 per liter di seluruh Tanah Air.

“Iya yang namanya harga naik bisa berpengaruh ke inflasi. Harga tomat naik saja bisa berpengaruh ke inflasi,” tutur Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara di Gedung Energy Building, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Selanjutnya, Suahasil juga memaparkan dengan naiknya harga Pertalite tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan masyarakat lebih memilih untuk beralih ke Premium kembali. Tetapi, dirinya belum bisa memberikan kepastian akankah pihak pemerintah akan menambahkan alokasi volume Premium yang akan didistribusikan pada tahun ini.

“Kita mengerti harga minyak dunia meningkat, Pertalite meningkat. Kalau harga Pertalite meningkat jauh dari Premium, ada kemungkinan orang pindah itu kita ngerti. Nanti tanya ke Kementerian ESDM (untuk volume),” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *