Jrmando.com – Pemkot Surabaya berusaha memecah kepadatan lalu lintas yang sering terjadi di jalur tengah kota. Salah satunya dengan membangun Jembatan Ratna. Sayangnya, pembangunan tersendat karena terkendala 1 rumah yang tidak mau dibongkar.

Jembatan Ratna ini nanti akan menghubungkan Jalan Ngagel dengan Jalan Darmo Kali dan Jalan Bengawan.

Untuk membangun jembatan ini, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) akan membongkar 6 persil. Dari jumlah itu terkendala 1 rumah yang yang enggan dibongkar.

Erna mengaku pihaknya sudah memberi tawaran pada Nurlena yang menempati lahan sempadan rusun dengan fasilitas setahun gratis tapi tetap ditolak. Bahkan anak laki-lakinya kita jadikan satgas pematusan juga tetap ditolak dan tidak mau pindah.

Tak hanya itu, Nurlena kata Erna sempat melayangkan surat protes ke Presiden dengan alasan tidak pernah mendapat ganti rugi. Padahal 1995 bu Nurlena sudah mendapat ganti rugi atas bangunan dari pemerintah pusat sebesar Rp 92,5 Juta.

Ditambah adanya surat pernyataan siap meninggalkan tanah negara jika sewaktu waktu dibutuhkan negara, surat itu ditandatangani pada 2009 dan semua itu diakui bu Nurlena mulai menerima ganti rugi dan surat pernyataan tapi tetap tidak mau pindah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *