Jrmando.com – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memajukan sidang perdana praperadilan yang diajukan oleh mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi yang mulanya diagendakan pada Senin, 12 Februari 2018 menjadi Senin, 5 Februari 2018.

Dicepatkannya jadwal persidangan tersebut karena Fredrich mencabut permohonan pengajuan praperadilan dan kemudian mendaftarkannya lagi.

“Bukan dimajukan, tapi (permohonan praperadilan) dicabut dan pihak pemohon mengajukannya kembali,” ungkap Humas PN Jakarta Selatan Achmad Guntur, Selasa (30/1/2018).

Guntur mengungkapkan melalui pengacaranya, Fredrich mencabut pengajuan permohonan dengan nomor registrasi Perkara Nomor 9/Pid.Pra/2018/PN JKT Jaksel yang sebelumnya telah didaftarkan pada Kamis, 18 Januari 2018. Pada gugatan tersebut, persidangan memang diagendakan pada Senin, 18 Januari 2018.

“Perkara tersebut telah dicabut oleh Kuasa Pemohon melalui surat pada tanggal 23 Januari 2018 dengan alasan persidangannya terlalu lama karena harus dipanggil dengan delegasi lewat PN Jakarta Barat. Mengingat alamat Kuasa Pemohon berada di wilayah Jakarta Barat,” kata Guntur.

Dia mengatakan setelah pengajuannya dicabut, Fredrich akan mengajukan permohonan praperadilan lagi pada Rabu, 24 Januari 2018. Gugatan tersebut tercatat Nomor 11/Pid.Pra/2018/PN JKT. Sel.

“Didaftarkan kembali oleh Kuasa Pemohon dengan alamat Kuasa Pemohon di wilayah Jakarta Selatan. Hakim yang menangani tetap Ratmoho dan telah menetapkan hari sidang pertama pada Senin 5 Februari 2018,” tuturnya.

KPK menganggao percepatan pelaksanaan sidang praperadilan ini diluar kebiasaan. meskipun demikian, KPK mengatakan tidak tahu terkait alasan Fredrich mencabut permohonan yang pertama dan alasan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memajukan sidang praperadilan tersebut.

“Tadi baru diterima suratnya oleh Biro Hukum KPK. Agak di luar kebiasaan pencabutan permohonan dan memasukkan permohonan praperadilan baru justru jadwal dipercepat. Dari 12 Februari menjadi 5 Februari,” ungkap Febri di Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 29 Januari 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *