Jrmando.com – Bulan puasa sudah memasuki hari ke 7, namun suasana kio-kios yang berada di Pasar Andir masih sepi oleh pembeli. Padahal tahun kemarin dari awal bulan puasa pasar sudah ramai pembeli.

“Dari awal puasa, baru hari ini ramenya. Mungkin karena hari ini hari libur,” kata salah satu pedagang Lutfi (31) di kiosnya Kamis, (1/7/2017).

Lutfi mengungkapkan, biasanya tahun-tahun sebelumnya, sebulan menjelang Idul Fitri pembeli sudah banyak. “Tidak tahu tahun ini kenapa, mungkin karena faktor ekonomi sehingga pembeli berkurang,” ungkapnya.

Meski begitu, pada momen Idul Fitri tahun ini Lutfi menyetok sekitar 70 kodi pakaian dewasa berbagai jenis dari mulai gamis, baju, celana dan rok. “Mudah-mudahan saja pembelinya banyak dan momen bulan ramadan ini membawa berkah,” ujar Lutfi.

Lutfi menambahkan, momen puasa dan lebaran ini dimanfaatkan maksimal untuk berjualan. Karena lonjakan pembeli bisa mencapai tiga kali lipat. “Kalau hari biasa perbulannya hanya 20-30 kodi. Tapi menjelang Idul Fitri bisa mencapai 70 kodi, habis. Kalau sisa juga pasti sedikit,” tambahnya.

Dilihat dari informasi yang didapat, pengunjung di Pasar Andir Masih sepi dan tergolong langka. Di setiap blok dan kios hanya terlihat dua sampai tiga orang yang melakukan transaksi jual beli.

Serupa dengan Lutfi, Asep Saefudin (46) pedagang pakaian anak, mengaku jumlah kunjungan tahun ini berbeda jauh dengan jumlah kunjungan tahun-tahun sebelumnya. “Pembelinya turun, tidak seramai tahun sebelumnya,” ujarnya.

Selain itu, Deni (38) pedagang pakaian lainnya menjelaskan, saat ini memang belum waktunya masyarakat berbelanja pakaian di Pasar Andir.

“Mungkin H-7 Idulfitri, setelah Tunjangan Hari Raya (THR) cair. Biasanya kalau THR cair pasti pembeli banyak. Sekarang juga ada pembeli cuman belum naik signifikan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *