Jrmando.com – Peristiwa kebakaran yang terjadi di perairan Pelabuhan Semayang, Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, diakibatkan minyak tumpah yang berasal dari pipa yang patah milik Pertamina. Sekarang ini penyidik masih melakukan penyelidikan penyebab pipa patah.

“Jadi penyidikan fokus pada penyebab patahnya pipa tersebut. Karena patahannya itu kan menurut Pertamina, disebabkan adanya tarikan atau dorongan yang sangat ekstrem,” tutur Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana, Rabu (4/4/2018) malam.

Ade mengungkapkan dorongan tersebut diduga asalnya dari hantaman dari sebuah objek benda. Hantaman tersebut mengakibatkan pipa yang ada di kedalaman 20 meter dari dasar laut tersebut patah.

Padahal pipa minyak milik Pertamina tersebut dibuat menggunakan besi baja yang kuat. Setelah diketahui apa yang menyebabkan pipa patah, polisi akan menetapkan tersangka.

“Ya, itu (kepastian objek yang menabrak pipa) yang jadi bagian langkah penyidikan selanjutnya. Ketika itu sudah diketahui penyebabnya apa, kemudian kita akan tetapkan siapa-siapa saja tersangkanya,” ungkap Ade.

Penyidik sekarang belum menetapkan tersangka lantaran harus melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Ade mengungkapkan penyidik akan melakukan pemanggilan saksi, olah tempat kejadian perkara dan menghimpun bukti-bukti.

“Sekarang kan kita fokus kepada barang bukti yang ada di laut. Labfor juga sudah ambil sampel akan dianalisis. Kita lihat apa hasilnya. Nanti dari situ kan akan berkembang lagi siapa-siapa yang akan dipanggil selanjutnya,” ujarnya.

Ade memastikan pipa patah tersebut sekarang ini telah ditutup alirannya sehingga sudah tidak ada lagi minyak yang tumpah di perairan.

Bukan hanya itu, setelah mengetahui tersangka penyebab pipa patah, polisi akan melakukan pengembangan kasus mengenai kebakaran yang menewaskan lima orang nelayan di perairan Teluk Balikpapan itu.

“Untuk sementara karena adanya lingkungan tercemar, kemudian meninggal dunia, UU Lingkungan Hidup. Sementara itu. Karena kan saat ini belum ditentukan. Masih ke arah sana (dugaan pencemaran lingkungan),” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *