Jrmando.com – Polri terus diminta untuk menggunakan pasal pembunuhan pada kasus minuman keras (miras) oplosan. Pasalnya, miras oplosan tersebut telah menewaskan hingga puluhan nyawa.

Mengenai desakan itu, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto mengungkapkan penggunaan pasal pembunuhan tersebut membutuhkan pembuktian pada proses penyidikan. Polisi tidak dapat secara sepihak menggunakan pasal dengan ancaman maksimal hukuman mati tersebut.

“Tergantung nanti bukti-bukti maupun keterangan yang kita dapat. Kan itu nanti dari hasil uji lab kemudian keterangan orang yang melakukan peracikan,” ungkap Ari Dono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (19/4).

Ari mengatakan pembuktian diawali dengan pertama kejadian mengenai reaksi korban setelah mengkonsumsi miras oplosan itu. Selanjutnya penyidik akan memeriksa kandungan yang terdapat pada miras oplosan itu.

“Kemudian si pedagang yang meracik punya kemampuan apa. Ada nggak di situ unsur dengan sengaja, ada nggak mens area untuk melakukan sesuatu supaya jadinya apa. Itu masih kami gali,” tuturnya.

Pada lokasi yang sama, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengungkapkan pihaknya untuk sementara ini pelaku akan dijerat dengan UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

“Yang kedua Pasal 204 KUHP tentang konstruksi Pasal 340 (pembunuhan berencana). Nanti kita lihat apakah betul-betul ada niat mens rea di situ tentang perencanaan untuk melakukan pembunuhan, karena itu tidak semudah yang kita bayangkan,” ungkap Setyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *