Jrmando.com – Seorang pria ditahan aparat kepolisian karena diduga memalsukan identitas. Pria berinisial HN itu mengaku sebagai anggota polisi internasional (interpol). Namun setelah dicek, identitasnya tidak ada di dalam database kepolisian.

Dalam kasus tersebut, HN justru mengatakan dirinya adalah korban penipuan. Dia ditawari oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya untuk diperbantukan sebagai interpol.

Dia pun membayar Rp 15 juta untuk memperoleh identitas interpol. Namun tidak jelas alasannya menerima penawaran tersebut.
Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Agus Puryadi, mengatakan HN menggunakan identitas tersebut untuk melancarkan bisnis berjualan airsoft gun.

HN sebenarnya menjadi incaran polisi karena kasus penyalahgunaan narkoba. Ditnarkoba Polda Jateng melakukan penyergapan di sebuah rumah di Kelurahan Ketelan, Banjarsari, Solo, Minggu (16/4/2017).

Di saat itulah HN menunjukkan identitasnya sebagai interpol. Tak hanya itu, dia membawa senjata api dalam kondisi siap meletus. Namun polisi dapat segera membekuknya.

HN dikenakan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen. Dia diancam hukuman kurungan maksimal 6 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *