Jrmando.com – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpaw menuturkan hingga sekarang masih melakukan pendataan kepada para korban tenggelam KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara. KM Sinar Bangun tenggelam pada hari Senin 18 Juni 2018 dan menyebabkan ratusan korban jiwa atas kejadian tersebut.

“Saya kabari Kabasarnas, itu kan soal SAR dan pencarian korban Basarnas yang punya kewenangan, dengan AL, AD, Udara. Kita di kepolsian ada Brimob. Kita di polisi mendata jumlah korban sebenarnya, karena di manifes enggak ada,” ungkap Paulus, Medan, Sumatera Utara, Rabu (27/6/2018).

Paulus mengatakan jika dalam tenggang waktu 10 hari tidak juga menemukan KM Sinar Bangun, tim gabungan akan melakukan pemberhentian pencarian kapal. Tetapi, karena memperoleh perhatian dari pemerintah pusat, pihaknya akan melakukan perpanjangan waktu proses pencarian kapal yang tenggelam itu.

“Tetapi karena memang menjadi atensi pimpinan, maka diminta oleh pemerintah pusat untuk diperpanjang,” katanya.

Paulus juga mengungkapkan perpanjangan waktu proses pencarian KM Sinar Bangun akan ditambah selama tiga hari, tetepi tambahan waktu tersebut juga dapat berubah.

“Perpanjangan 3 hari, tapi kalau kita monitor terus mencari sampai ketemu,” ungkap Paulus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *